Tak akan pernah habis rasanya saat pemerintah, masyarakat, serta tokoh pendidikan membahas isu permasalahan pendidikan di Indonesia. Memang pada saat ini, pendidikan di indonesia sedang mencapai puncaknya isu permasalahan yang hangat diperbincangkan oleh pemerintah. Apalagi dengan pelaksanaan pendidikan di masa pandemi covid-19 saat ini yang semakin memperburuk keadaan. 

PISA--2018A.jpg

Berdasarkan rank Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada pada urutan 75 dari 80 negara yang masuk dalam daftar PISA. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia cukup memprihatinkan. Penerapan sistem pendidikan di Indonesia mungkin belum sesuai dengan harapan pemerintah saat ini. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia seperti kualitas pendidik yang kurang mumpuni dalam menyebarkan ilmunya kepada anak didik mereka.

Selain itu, fasilitas fasilitas yang kurang layak digunakan dalam proses belajar mengajar juga berpengaruh besar dalam mengembangkan pola belajar siswa, seperti gedung sekolah yang sudah tidak layak untuk digunakan untuk belajar mengaajar, buku pelajaran yang sudah rusak, dan lain sebagainya. Keterbatasan jangkauan area belajar juga berpengaruh terhadap pengembangan akademik siswa, seperti jarak ke sekolah yang amat jauh nan terjal, serta sulitnya siswa untuk mengakses teknologi untuk menambah ilmu dan informasi.

Banyak hal yang perlu dibenahi dalam mengembangkan kualitas pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain yang memiliki sistem pendidikan lebih maju. Hanya karena sistem pendidikan Indonesia yang tertinggal, bukan berarti pendidikan di Indonesia tak bersaing di kancah dunia. Bukan tidak mungkin pula jika pendidikan di Indonesia kelak dapat menyaingi sistem pendidikan di negara Singapura maupun negara lain yang sudah memiliki sistem pendidikan maju dan modern.

Menurut saya, sistem pendidikan di Indonesia yang diterapkan pemerintah saat ini dan beberapa tahun sebelumnya terlihat cukup tergesa gesa. Tidak terlalu memperhatikan apa yang dirasakan siswa sebenarnya. Mereka hanya dituntut belajar, naik kelas,lulus, lalu mencari kerja. Tidak hanya itu, hal penting yang ingin saya sampaikan adalah pemeratan pendidikan di Indonesia yang kurang berhasil dalam pelaksanaannya. Harusnya, pemerintah mengetahui terlebih dulu sarana dan fasilitas pendidikan di Indonesia termasuk daerah daerah pedalaman yang tidak terjangkau dengan teknologi dan modernisasi, apakah daerah tersebut bisa menerima dan melaksanakan sistem pendidikan yang sedang berlangsung atau daerah tersebut mengalami culture shock dalam melaksanakan pendidikan yang saat ini diberlangsungkan.

Tidak semua daerah di Indonesia siap dihadapi dengan perubahan sistem pendidikan yang makin tahun makin menyatu dengan teknologi dan modernisasi. Pemerintah harus terlebih dahulu menyiapkan sarana dan prasarana tersebut untuk mensinkronisasikan perkembangan sistem pendidikan yang semakin maju seiring berkembangnya teknologi.

Apa yang akan saya lakukan dengan pendidikan di Indonesia saat saya menjadi Pemimpin Negeri Ini kelak ?

Saya akan melakukan perubahan sistem pendidikan yang menitikberatkan pada fleksibilitas dalam pelaksanaannya dan dapat diaplikasikan oleh para siswa maupun pendidik, dengan kata lain sarana dan prasarana di Indonesia sudah disamaratakan di penjuru Negeri sehingga siap dengan perubahan sistem pendidikan Indonesia yang baru. Pelatihan pelatihan kepada para pendidik juga saya tekankan dalam mengembangkan mutu kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan majunya teknologi yang semakin modern dan canggih, tentunya akan berdampak pula pada pelaksanaan sistem pendidikan Indonesia yang lebih terarah dan terkoordinasi dengan baik.

Jika semua elemen masyarakat di Indonesia dapat berkontribusi dengan dukungan positif dari mereka, Pendidikan di Indonesia akan jauh lebih baik daripada tahun tahun sebelumnya. Tak hanya itu, komponen yang terpenting yaitu siapakah yang akan membantu saya dalam merealisasikan hal ini, tentu saja generasi muda saat ini. Generasi muda sangat diperlukan dan sangat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa. Bisa diibaratkan negara adalah sebuah mobil bergerak, generasi muda sebagai roda dari mobil tersebut, tanpa adanya kontribusi generasi muda, negara sulit untuk memiliki kemajuan mencapai tujuan, sama halnya pada mobil yang tidak memiliki roda, maka tidak akan bergerak.

Tulisan ini dibuat oleh : Akmal Feby Rossananda

https://akmalfeby44af1.wixsite.com/website